Efek

WELCOME TO MGMP IPA GUGUS SUKARAJA SUKABUMI, BETTER EDUCATION THROUGH REFORMED MANAGEMENT AND UNIVERSAL TEACHER UPGRADING
Tampilkan postingan dengan label Studi Kasus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Studi Kasus. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Case Study

Oleh
Drs. TATANG
MGMP IPA GUGUS SUKARAJA KAB. SUKABUMI

Kamis   21    Oktober 2010
Tidak seperti hari – hari biasanya saya berangkat kesekalah lebih pagi, karena saya sudah janji pada anak anak kela 7d, 7e dan 7c bahwa pada hari ini, kamis, 21  Oktober 2010 akan mempraktekan tentang indicator asam basa secara alami, untuk itu perlu ada  persiapan alat-alat lab yang akan digunakan dalam praktek. Pukul 06.30 saya sudah berada disekolah belum banyak anak – anak dan guru, saya langsung menuju LAB IPA dan mempersiapkan 10 buah plat tetes, 10 mortal dan alu, pipet tetes dan larutan asam cuka serta larutan basa ( KOH ).
Karena pelajaran kimia pada SMP Kelas 7 merupakan hal yang baru, saya pun sebelunya tidak mengajar kimia, maka saya ingin mempraktekannya terlebih dahulu, untuk ini saya ambil bunga sepatu dan daun pandan di kebun sekolah lalu saya gerus dan ditambahkan air dengan pipet tetes saya ambil dan diteteskan pada plat tetes sebanyak dua tempat, lalu diberi nama A dan B, yang A berwarna merah  saya tetesi dengan asam cuka berubah warnanya menjadi ping, yang B berwarna merah saya tetesi dengan basa ( KOH ) tidak berubah warnanya.  Lalu saya ulangi dengan daunpandan dengan terlebih dahulu mencuci alat dengan bersih, Extrak daun pandan yang A  berwarna hijau saya tetesi dengan asam cuka tidak berubah warnanya , Extrak B berwarna hijau aya tetesi dengan basa ( KOH ) berubah warnanya menjadi putih susu.
07.30 bel berbunyi saya yang sedang asik dengan alat-alat LAB tersadar kalau anak-anak sudah berada didepan LAB, karena minggu yang lalu saya sudah janji bahwa pada hari ini belajar dilab, lalu saya menghampiri mereka dan mempersilahkan masuk dengan tertib, setelah ber doa dan mengucap salam, saya memulai dengan absen, menanyakan yang tidak hadir, lalu saya sampaikan bahwa hari ini kita akan mencoba mempraktekkan bunga dan daun apa saja yang dapat digunakan sebagai indicator asam basa secara alami yang telah kita pelajari minggu yang lalu.
Silahkan anak anak duduk perkelompok setiap kelompok 4, 5 orang dan duduk ber hadapan  pembentukan kelompok tidak lama karena sudah dibentuk minggu yangblalu, sekarang keluarkan tugas yang diberikan minggu yang lalu beberapa siswa mengeluarkan plasti kresek yang didalamnya ada bunga tetapi banyak kelompok yang kebingungan, dari 9 kelompok hanya tiga kelompok yang membawa bunga berwarna, yang lainnya hanya membawa daun anak-anak kenapa kalian tidak memebawa bunga, susah pak kata anak-anak, anak anak dikebun sekolah ada beberapa bunga, tetapi apabila semua kelas mengambil di kebun sekolah maka bunga di sekolah akan habis, untuk itu bapak tugaskan kalian untuk membawanya dadi rumah, tetapi untuk kali ini silahkan yang belum bawa bunga memetik di kebun sekolah dengan perwakilan satu orang, dari setiap kelompok ada yang berlari menuju kebun sekolah untuk ketua kelompok silahkan menuju ke meja guru dan berbaris lalu saya sampaikan pada mereka bagai mana mempraktekan membuat extrak bunga dan daun sebagaimana yang saya praktekan tadi pagi, mengerti anak-anak, ya  pak jawab anak-anak, silahkan hai ini praktekan lagi bersama teman-teman dikelompokmu lalu cfatat hasilnya pada table yang sudah disediakan jangan lupa cuci bersih alat mortal dan alu apabila akan mengganti bunga atau daun yang kalian gerus juga pipet tetes yang digunakan untuk mengambil asam dan basa jangan sampai tertukar atau tercampur. Dan ini alat alat yang diperlukan setiap kelompok satu perangkat.
Anak yang ber tugas mengambil bunga sudah kembali, lalu mereka sibuk  sepertinya mereka penasaran ingin tau apa yang akan terjadi dengan bunga dan daun  setelah digerus dan di tetesi asam dan basa.
Ketua kelompok 1 menghampiri saya lalu bertanya pak bunganya hanya ada tiga macampak, ya bolehlah minimal tiga macam lalu ada yang teriak dari kelompok  6 pak si andi mencampur larutan bunga sepatu dengan larutan daun pandan,  wah kalau itu tidak boleh harus di buang lalu cuci bersih dan ulangi.
Satu jam telah berlalu, anak-anak bagaimana sudah selesai?, sudah pak  ! mari kita presentasikan setiap kelompok yang  di  panggil silahkan kedepan.
No
Nama Bunga/Daun
Warna asal
Perubahan setelah ditetesi
Asam
Basa
1
Bunga Sepatu
Merah


2
Bunga Mawar
Pink


3
Daun kastuba
Merah


4
Daun Pandan
Hijau


5
Daun Nangsi
Ungu


6
Bunga Euphorbia
Merah


7
Daun Jawer Kotok
Kemerahan


8
Baugenvill/Kembang kertas
Kekuningan


9
Bunga Markisa
Ungu




,

Senin, 06 Desember 2010

Case Study

PEMBELAJARAN IPA DI KELAS 9
VIRTUAL EKSPERIMEN PADA KONSEP LISTRIK DINAMIS
OLEH : Mr. Yandi Oktian F

Image belajar IPA identik dengan kegiatan praktikum, karena IPA dikembangkan melalui metodologi ilmiah. Ketercapaian siswa pada konsep IPA sangat bergantung pada proses bagaimana dia belajar, sehingga dengan kata lain Siswa akan terhantar pada konsep IPA dengan benar bila melalui proses-proses IPA yang benar yaitu keterampilan proses sains (Prof. DR. Ratna Wilis Dahar).
Pada tanggal 22 September 2010 saya mengajar di kelas 9C jam ke 1-2 pada konsep listrik dinamis dengan standar kompetensi memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan kompetensi dasar menganalisis percobaan listrik dinamis dalam suatu rangkaian serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada kesempatan ini saya menggunakan model pembelajaran berbasis masalah (PBI) dengan pendekatan virtual experimen memakai media ICT(dibuat khusus untuk lingkungan sendiri yaitu SMPN 2 Nyalindung).
Sebagai langkah awal setelah dilakukan pengabsenan terhadap siswa saya menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan beberapa perangkat yang dibutuhkan dalam kegiatan belajar. Kemudian siswa dibagi menjadi 8 kelompok yang terdiri atas 5 orang setiap kelompoknya. Sebelum dilakukan pembelajaran siswa diberi 4 permasalah sebagai berikut :
1.Apakah pengertian arus listrik ?
2.Bagaimana arus listrik dapat mengalir dalam rangkaian ?
3.Dari mana ke mana arus listrik mengalir ?
4.Apa saja yang termasuk sumber arus listrik ?
Selanjutnya siswa bekerja dalam kelompok melakukan eksplorasi media ICT berupa pembelajaran interaktif pada konsep listrik dinamis selama kurang lebih 30 menit. Selama kegiatan ekplorasi berlansung aktifitas setiap kelompok cukup bervariasi dengan ekspresi anggota kelompok yang bervariasi pula diantaranya ada 2 kelompok yang hampir 10 menit masih bengong, kemudian saya tanya,”kenapa belum mulai juga?”, “ga bisa pa mengoperasikannya”, jawab salah seorang siswa sambil garuk-garuk kepala tanpa berdosa (“…em…mungkin kamu ga mandi ya makanya ga bisa…heu..heu”,kata saya), selain itu ada 1 kelompok dimana tidak ada satupun siswa yang mau menjadi navigator pada kegiatan kelompoknya, akibatnya bila tidak diantisipasi ketiga kelompok ini akan lambat dan tertinggal oleh kelompok lain. Sebagai langkah antisipasi supaya tidak perjadi kemandegan dalam proses eksplorasi maka dengan terpaksa dilakukan sedikit perubahan anggota bagi ketiga kelompok tersebut secara mendadak dengan cara menukar satu anggota dengan kelompok lain dan akhirnya proses eksplorasi pun bisa berjalan. Selama proses ekplorasi saya lebih banyak memberikan petunjuk teknis atas kendala yang diihadapi siswa dalam menggunakan media terutama pada awal-awal kegiatan eksplorasi. Sedikit sekali pertanyaan yang muncul dari siswa terkait dengan materi IPA yang dipelajari dibandingkan dengan pertanyaan siswa terkait dengan cara mengoperasikan media pembelajaran berbasis ICT, entah karena siswa sudah cukup jelas dengan tayangan media atau siswa memang benar-benar belum paham sehingga tidak banyak pertanyaan yang muncul. Namun demikian selama kegiatan eksplorasi, saya tetap berada ditempat guna membantu siswa dalam mengorganisasikan temuan-temuan siswa terkait dengan peristilahan, kaidah, hukum dan persamaan matematis. Setelah melakukan ekplorasi masing-masing kelompok dilanjutkan untuk melakukan diskusi kelompok guna merumuskan dan menyusun temuan-temuan selama kegiatan eksplorasi.
Setelah melakukan diskusi kelompok, setiap kelompok mempresentasikan jawaban atas pertanyaan sebagai hasil diskusi secara lisan sambil berdiri dan membacakannya di depan teman-temannya, sementara kelompok lain mendengarkannya. Pada proses presentasi terdapat dua kelompok yang dilewat yaitu kelompok 2 dan 5 dengan alasan belum selesai, sehingga yang tampil mempresentasikan hasil diskusi hanya 6 kelompok saja.
Dari paparan presentasi yang diwakili oleh setiap juru bicara kelompok secara umum hampir 85% permasalahan dapat terjawab dengan benar. Namun demikian diantara 6 kelompok yang tampil terdapat 2 kelompok yang nyaris dapat menjawab dengan tepat keempat permasalahan di atas yaitu kelompok 1 dan 7. Sehingga pada kesempatan ini tahap konfirmasi sebagai penguatan konsep diambil berdasarkan pada hasil diskusi kelompok 1 dan 7.
Pada bagian akhir dari kegiatan ini seharusnya dilakukan kegiatan evaluasi guna mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, namun berhubung waktu yang terpotong karena terdapat kendala teknis sehingga proses evaluasi tidak sempat dilakukan. Dan pembelajaran pun diakhiri.
Dari kasus diatas tampak bahwa terdapat beberapa permasalahan yang harus diantisipasi antara lain :
1.Pembagian kelompok siswa hendaknya didasarkan pada kemampuan siswa dalam menggunakan ICT dan 
   kemampuan berkomunikasi
2.Diperlukan lembar kerja yang lebih operasional sehingga tidak ada istilah siswa yang belum selesai   
   menjawab pertanyaan karena sedikit data yang ditulis pada tahap ekplorasi
3.Kegiatan pembelajaran berbasis ICT semestinya lebih sering dilakukan supaya tidak terjadi kendala yang 
   sifatnya non teknis akibat siswa yang gaptek.

Sabtu, 04 Desember 2010

Case Study


MATA PELAJARAN IPA
Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup)
KELAS : IX B
(oleh2 ti gandini)


Bagaimanakah caranya agar siswa termotivasi untuk berperan aktif dalam pembelajaran ?
Pertanyaan di atas sering kali muncul pada hati saya ketika melaksanakan pembelajaran baik secara klasikal atau kelompok hanya satu atau dua orang siswa yang sering kali aktif melaksanakan/mengerjakan tugas individu maupun kelompok padahal sebagai seorang guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar inginnya semua siswa dapat berperan aktif untuk mengerjakan tugas baik secara individu ataupun kelompoknya.
“Kenapa kalau siswa di kelas IX B, siswanya banyak yang pasif, susah sekali kalau disuruh mengerjakan tugas ataupun maju ke depan kelas ?”
Pertanyaan di atas sering kali saya dengar dari rekan guru yang mengajar di kelas IX B, walaupun sebenarnya pertanyaan itu ada juga dalam benak saya. Jadi secara spontan sayapun mengiyakan, walau dalam hati saya agak sedikit kecewa karena kebetulan saya sebagai wali kelas IX B. Terlebih melihat hasil ulangan tengah semester khususnya IPA materi sistem organ manusia nilai rata-ratanya masih di bawah KKM. Untuk itu saya mencoba mengamati apa yang terjadi selama kegiatan belajar mengajar materi kelangsungan Hidup Makhluk Hidup dengan Standar Kompetensi : 2. Memahami kelangsungan hidup makhluk hidup dan Kompetensi Dasar : 2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski alam, dan perkembangbiakan.
Uraian singkat di bawah ini menceritakan ketika berlangsung kegiatan belajar mengajar di kelas IX B dengan standar kompetensi 2.1 Mengidentifikasi kelangsungan hidup makhluk hidup melalui adaptasi, seleski alam, dan perkembangbiakan pada hari Kamis 21 Oktober 2010, pukul 07.30 mulai dilaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas IX B SMP Negeri 2 Nyalindung. Kegiatan pembelajaran saat itu menggunakan metode diskusi , tanya jawab dengan pemberian tugas perkelompok yang beranggotakan 2 orang siswa (think pair share) pada awal pembelajaran setting kelas masih seperti biasa belum merubah tempat duduk.
Pada awal pembelajaran setelah memeriksa kehadiran siswa ternyata ada 2 (dua) orang siswa yang tidak hadir yaitu : Fitria N da M. Ramdan Saputera . keduanya tidak hadir tanpa keterangan, pada saat pendahuluan saya mengajukan pertanyaan “mengapa sampai saat ini manusia masih ada di muka bumi ? sengaja saya tujukan pertanyaan itu untuk semua siswa. Sesaat siswa terdiam dan ada yang cuman saling pandang.tetapi kesunyian itu hilang setelah ada yang nyeletuk takdir , bu. Ternyata yang menjawab Rikman, dilanjutkan oleh Fikri “ berkembangbiak bu. Kemudian saya ajukan pertanyaan lagi kenapa hewan dinosaurus tidak kita temukan lagi ? secara serentak siswa menjawab : punah bu, . Saya ajukan lagi pertanyaan kenapa punah ? kali ini tak ada siswa yang menjawab.para siswa malah ada yang asik ngobrol. Untuk mengalihkan perhatian saya meminta siswa untuk mendengarkan penjelasan bahwa saat itu akan dibahas mengenai kelangsungan hidup makhluk hidup. Dan kompetensi yang harus dimiliki siswa yaitu mampu mengidentifikasi kelangsungan makhluk hidup melalui adaptasi, seleksi alam dan perkembangbiakan. Dengan bantuan beberapa siswa buku paket yang ada di atas meja guru dibagian satu buku ke tiap meja. Siswa diarahkan untuk membuka bab kelangsungan hidup makhluk hidup halaman 53 s.d 59 dan dari buku kerja siswa halaman 24 s.d 27. semua siswa disuruh mengamati gambar-gambar dan membaca yang terdapat pada buku paket dan buku kerja, ternyata banyak siswa yang acuh tak acuh ada yang ngobrol saja, ada yang pindah tempat duduk, bahkan ada yang minta izin keluar untuk ke wc. Setelah 20 menit saya mengajukan pertanyaan “dengan cara apa makhluk hidup dapat melangsungkan kelangsungan hidupnya ? ada beberapa siswa yang menjawab secara berbarengan, agar jawabannya jelas saya minta seorang siswa untuk menjelaskan, tapi ternyata siswa terdiam, kemudian saya ingatkan kembali pada siswa untuk mencari jawabannya dari buku, dengan sedikit malu-malu Mauliyani menjawab bahwa makhluk hidup melangsungkan kehidupannya dengan cara beradaptasi dan berkembangbiak, kemudian siswa mendengar penjelasan dari saya tentang adaptasi dan macamnya, setelah selesai menjelaskan siswa diberi kesempatan untuk bertanya, ternyata tak ada satu siswapun mengajukan pertanyaan, karena suasana sedikit pasif maka saya mengajukan pertanyaan 1) apakah bedanya daun kangkung yang hidup di air dengan kangkung yang hidup di darat ? 2) adakah perbedaan antara paruh burung elang dan paruh ayam ? 3) apakah ada perbedaan antara orang yang tinggal di dataran rendah dengan orang yang tinggal di dataran tinggi bila orang yang di dataran tinggi berada di dataran rendah ?4) mengapa ikan yang hidup di laut tidak asin, padahal air lautnya asin? 5) Mengapa paus dan lumba-lumba suka muncul ke permukaan air laut ? Ternyata tak ada siswa yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu agar siswa dapat menjawab pertanyaan itu maka siswa disuruh mengerjakan tugas kegiatan 1halaman 25 dari buku kerja siswa, ternyata untuk mengerjakan tugas kegiatan 1 memerlukan waktu yang cukup lama, siswa yang sudah selesai mengerjakan disuruh membawa hasil pekerjaannya ke meja guru, dari sekian banyak siswa siswa yang berada pada barisan belakang malah ribut mereka maih acuh tak acuh dengan tugas yang diberikan, pada saat itu muncul pertanyaan di hati saya “ mengapa siswa ini tidak termotivasi untuk mengerjakan tugas ???? karena waktu tingal 10 menit lagi siswa diberi tugas untuk mengelompokkan contoh-contoh bentuk adaptasi yang termasuk adaptasi morfologi, adaptasi fisiologi dan adaptasi tingkah laku utnuk dikerjakan di rumah. Sampai bell berbunyi tanda habis waktu, saya keluar dari kelas itu dengan pertanyaan-pertanyaan pembelajaran yang bagai mana?, dengan metode apa yang cocok ? setting duduk yang bagaimana?, pengelompokkan yang bagaimana? dan rencana –rencana yang muncul agar siswa di kelas IX B dapat lebih termotivasi untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.